Informasi

Kasih Sayang Cinta Quran untuk Ibu Abigail (Mualaf Pengidap Kanker)

4 bulan yang lalu

104 views

CintaQuranNews, BOGOR – Alhamdulillah pada Sabtu, 8 November 2025 tim Zakat100% sudah menyampaikan amanah Muzakki kepada salah satu penerima manfaat (Mustahik) dari program ini. Penerima manfaat tersebut merupakan mualaf asal Medan, yaitu keluarga Ibu Abigail, kini Ia tinggal (‘ngontrak’) di daerah Karadenan - Bogor,  yang berukuran sangat kecil dan sempit.  

 

Ibu Abigail ini adalah seorang single parent yang ditinggalkan wafat oleh suaminya dan kini tinggal bersama ke 3 anaknya.  Saat ini kondisi Ibu Abigail tengah sakit yang cukup parah! saat ini Ia hanya bisa berbaring, duduk pun sudah tidak kuat lagi, karena lemas, akibat sakit yang di deritanya, yaitu kanker yang bersarang di kepalanya mengharuskannya dioperasi dan diangkat dari tempurung kepalanya di bagian atas. 

 

Ibu Abigail, seorang ibu sekaligus kepala rumah tangga dan tulang punggung,  namun sakit yang kini Ia derita tidak bisa berbuat apa-apa, setengah ingatannya hilang, tubuhnya melemah dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Anak-anak Ibu Abigail kini mengurusnya secara bergantian, ke dua anaknya masih bersekolah dan anak yang bungsunya pun, saat ini tengah sakit saraf tidak bisa berbicara dan jalannya pun masih sempoyongan. Sedangkan anak yang pertama dan kedua mengurus secara bergantian ketika pulang sekolah.

   

Saat ini beban keluaraga Ibu Abigail bukan hanya sakit yang ditanggungnya, namun juga biaya hidup sehari-hari untuk keluarga dan tempat tinggalnya. Ia  sangat  kesulitan untuk membayar kontrakan yang setiap bulannya wajib dibayar! mau tidak mau, karena kalau tidak membayar harus keluar dari kontrakan. Selain itu, Ia juga harus memikirkan biaya kehidupannya sehari-hari, anak-anaknya pun masih sekolah dan belum bisa bekerja, sehingga tidak ada pemasukan sedikit pun. 

 
Alhamdulillah, amanah dari Sahabat Cinta Quran (Muzakki Zakat100%) sudah ditunaikan Tim Zakat100% untuk kebutuhan kesehatan Ibu Abigail dan kebutuhan sehari-harinya, seperti beli beras, beli lauk pauk dan untuk membayar kontrakan dan juga untuk biaya kesehatan perawatan Ibu Abigail saat ini.   

 

Ujian Kehidupan yang Tak Pernah Padam!  

 

Sekitar delapan tahun yang lalu, Ibu Abigail memutuskan untuk memeluk Islam. Sejak saat itu, perlahan seluruh anggota keluarganya pun ikut masuk Islam — termasuk sang suami dan ketiga anaknya. 

 

Namun tak lama setelah itu, ujian berat menimpa keluarga kecil ini. Suami tercinta Ibu Abigail meninggal dunia, karena penyakit diabetes yang telah lama deritanya. Sejak kepergian sang suami, Ibu Abigail berjuang seorang diri untuk membesarkan anak-anaknya.  

 

Kini, ia tinggal bersama ketiga anaknya di sebuah kontrakan petak sederhana di daerah Karadenan, Kabupaten Bogor, dengan biaya sewa sebesar Rp 600.000,- per bulan. Kehidupan mereka sangat bergantung pada bantuan orang-orang baik di sekitar.

  

Dari tiga anaknya, anak bungsu yang berusia 8 tahun menderita kelainan fisik dan keterlambatan tumbuh kembang. Ia tidak bisa berbicara, berjalan pun tidak normal, dan sering mengalami kejang-kejang akibat epilepsi. Sementara dua anak lainnya masih bersekolah, meskipun sering terpaksa absen karena harus menjaga sang ibu dan adiknya di rumah.  

 

Ujian Ibu Abigail tidak berhenti sampai di situ, sekitar dua tahun terakhir, ia harus berjuang melawan penyakit kanker di bagian kepala. Sudah beberapa kali dilakukan operasi besar, hingga kini bagian tempurung kepalanya harus dilepas untuk proses penyembuhan lanjutan. Namun kondisinya justru semakin memburuk. Saat ini, Ibu Abigail sudah tidak bisa berbicara dan tidak bisa berjalan, hanya bisa terbaring lemah di atas kasur, dirawat dengan penuh kasih oleh anak-anaknya yang masih kecil. 

 

Setiap hari, keluarga ini hidup dengan penuh keterbatasan. Untuk biaya pengobatan, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, pampers untuk Ibu Abigail dan anaknya, serta kebutuhan makan sehari-hari. Meski hidup penuh ujian, anak-anak Ibu Abigail tetap memiliki hati yang tegar.   

 

Jazakumullah khairan katsiran atas dukungan sahabat. Semoga setiap jejak kebaikan Sahabat menjadi bekal untuk #PulangDenganBahagia.    

 

Selain itu Sahabat juga bisa mendukung program Syiar Dakwah Quran, berkah dukungan sahabat akan lebih banyak lagi saudara kita terbebas dari buta aksara Quran, ratusan santri terbantu untuk menimba ilmu di Kampus Cinta Quran Center, ratusan saudara terlayani pendampingan tahsin Quran hingga pendampingan muallaf terlaksana di Jepang. melalui link berikut : https://syafa.at/re-syiar-quran                        

 

Bagikan Update ini :

Update Terbaru

Update Terkait