CintaQuranNews, BANDUNG BARAT – Peresmian Pesantren Tahfidz Tunanetra Sam’an Cinta Quran menjadi momentum bersejarah yang menghadirkan harapan baru bagi para pejuang Al-Quran dari kalangan disabilitas netra. Pesantren ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang bagi mereka untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan berdakwah. Cahaya semangat mereka menjadi cermin bagi kita semua, bahwa siapa pun yang berpegang pada Al-Quran, akan selalu diberi jalan kemuliaan oleh Allah, hal tersebut diutarakan Tawfiq Iskandar (Project Manager Program Wakaf Nasional – Cinta Quran Foundation), pada Jumat, 31 Oktober 2025 di sela-sela waktu aktivitas kerjanya.
“Saya memandang berdirinya pesantren ini sebagai hasil dari cinta dan sinergi kebaikan banyak hati. Setiap batu yang tersusun, setiap ruang yang berdiri, adalah wujud nyata dari keikhlasan para wakif dan donatur yang ingin menanam amal jariyah untuk keberlanjutan dakwah,” tuturnya.
Seperti kita ketahui pada 3 pekan yang lalu, tepatnya Jum’at, 10 Oktober 2025, Cinta Quran Foundation (CQF) meresmikan Gedung Tahap 1 Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Pertama Sam’an Cinta Quran, yang berlokasi di Komplek Setiabudi Regency, Desa Cigugur, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Peresmian dilakukan secara khidmat oleh Ustaz Fatih Karim (UFK), sebagai Pembina Yayasan Cinta Quran Foundation, bersama pewakif utama Pak Arif, yang telah mewakafkan pembangunan gedung tersebut.
Tahap pertama pembangunan meliputi ruang belajar, ruang guru, dan lounge santri sebagai fasilitas utama proses belajar para santriwati tunanetra penghafal Al-Quran. Pembangunan ini merupakan hasil sinergi antara CQF dan Yayasan Sam’an Netra Mulia Berkah yang menaungi Pesantren Sam’an Cinta Quran, salah satu program wakaf pendidikan di bawah CQF.
Menurut UFK pendirian pesantren ini bukan hanya simbol inklusivitas, tetapi juga bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat belajar dan berdakwah.
“Para santri di Sam’an mengajarkan kepada kita bahwa yang melihat bukan mata, tapi hati yang diterangi cahaya Al-Quran. Melalui wakaf pendidikan, kita ingin memastikan setiap santri memiliki tempat yang layak untuk belajar dan berjuang,” ujar UFK dengan tegas.
Tawfiq Iskandar mengungkapkan seiring selesainya tahap pertama, pembangunan Tahap 2 kini mulai digulirkan. Tahap ini akan mencakup pembangunan asrama dan gedung serbaguna yang akan difungsikan sebagai musala, aula kegiatan, serta pusat kajian Quran. Diharapkan seluruh proses pembangunan tahap dua ini dapat rampung sebelum bulan Ramadan 1447 H, agar para santriwati dapat belajar dan beribadah dengan lebih nyaman dan aman.
“Total kebutuhan dana untuk tahap kedua diperkirakan sebesar Rp 2,1 miliar, yang akan disalurkan melalui program wakaf pendidikan Sam’an Cinta Quran. Program ini merupakan bagian dari jaringan Wakaf Pendidikan Cinta Quran Foundation, bersama dengan Sekolah Generasi Quran (Bogor) dan Kampus Da’i Cinta Quran Center (Bintaro),” terangnya.
UFK pun menambahkan bahwa pembangunan pesantren ini tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan ekosistem dakwah Qurani yang ramah disabilitas.
“Sam’an adalah rumah bagi para penjaga cahaya Al-Quran. Di sini, keterbatasan tidak menjadi alasan untuk berhenti, tapi menjadi alasan untuk semakin dekat dengan Allah,” ungkapnya.
Sementara itu, Pak Arif, pewakif utama pembangunan pesantren, menyampaikan harapannya agar gedung ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
“Saya hanya ingin apa yang saya titipkan ini menjadi cahaya yang tak pernah padam — tempat para penghafal Quran lahir dan berjuang,” ucapnya penuh haru.
Peresmian ini juga dirangkaikan dengan Tasyakuran Gedung Tahap 1, penampilan santri tunanetra, dan sesi open house di mana para tamu undangan dapat berinteraksi langsung dengan para santri dan melihat fasilitas pesantren yang baru berdiri.
“Semoga dari tempat ini lahir para hafidz dan dai tunanetra yang menerangi bangsa dengan cahaya Al-Quran, dan semoga pahala para wakif terus mengalir tanpa henti hingga hari pertemuan dengan Allah kelak,” pungkas Tawfiq penuh harap.
Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung Pesantren Tunanetra Sam'an Quran. Dukungan mereka telah memungkinkan kami untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang memperkaya rohani dan intelektual para santri, memperkuat pondasi keilmuan Islam di kalangan generasi muda. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan berlipat ganda.
Selain itu Sahabat Cinta Quran juga bisa mendukung program mulia ini, melalui link berikut https://syafa.at/re-paket-wakaf